Perang Pandan Berduri

Mekare-Kare

Di Pulau Bali ada ritual perang pandan tepatnya di desa Tenganan, Karangasem dari Denpasar ketimur di ujung Pulau Dewata. Perang pandan adalah pertarungan antar dua orang bersenjatakan daun pandan berduri. Daun pandan dengan ratusan duri pada kedua sisinya merupakan senjata yang sangat efektif dalam memunculkan rasa nyeri bahkan hingga luka gores yang mengeluarkan banyak darah.

Perang pandan berduri


Perang sengit


Keberanian dan kemampuan menahan rasa nyeri merupakan dua hal yang mutlak dibutuhkan untuk bisa berpartisipasi dalam ritual ini. Tiap laki-laki yang hendak turut serta dalam perang pandan menyiapkan dirinya dengan daun pandan berduri dengan panjang sekitar 30 cm sebanyak 4-8 lembar yang diikat dengan seutas tali. Mereka bertarung dengan mengenakan kelengkapan pakaian tradisional Bali namun dalam kondisi bertelanjang dada. Untuk proses bertahan mereka akan dilengkapi dengan tamiang yang terbuat dari anyaman ata (sejenis rotan).
Masing-masing peserta menentukan lawannya masing-masing, tidak ada aturan yang baku mengenai tata cara pertarungan tersebut. Pertarungan dilakukan secara bergilir dengan diawasi oleh para tetua atau pemangku adat. Setiap peserta diperkenankan untuk saling menyerang dengan cara mengeret padan berduri pada bagian tubuh mulai dari kepala hingga pinggang. Selain dengan cara mengeretkan pandan dan menangkis dengan tamiang, tindakan bertarung dengan cara lain seperti memukul atau menendang tidaklah diperkenankan.

Sering menjadi pertanyaan banyak orang bagaimana sebuah pertarungan yang melibatkan “emosi” bisa dikatakan dilakukan dengan damai? Jawabanya ada pada pertarungan itu sendiri, pertarungan tidak bertujuan untuk mencari pihak yang menang ataupun kalah. Tetapi pertarungan merupakan bagian bakti mereka untuk menyatakan ketaatan dan kesungguhan hatinya dalam memuja Tuhan. “Emosi” terkendali merupakan pemacu adrenalin untuk memompa semangat bertarung yang kemudian akan diakhiri klimaks perasaan bahagia dan damai karena telah melakukan bhakti.

Satu Tanggapan to “Perang Pandan Berduri”

  1. myudistira Says:

    Om saya lihat foto saya disini. mohon diganti kl masih ingin digunakan, sertakan link foto yang benar.
    The Emotion Spread

    saya akan monitor lagi dan terima kasih atas kerjasamanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: