Galungan

Penjor Galungan


Galungan jatuh pada Buda Kliwon wuku Dungulan. Sehari sebelum Galungan disebut Penampahan Galungan. Pada penampahan Galungan ini, umat Hindu lebih terlihat kesibukkannya mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan untuk upcara Galungan keesokan harinya. Para wanita sibuk mempersiapkan segala jenis canang, bebantenan dan sampian-sampian sedangkan para pria sibuk membuat lawar sebagai sarana persembahan dan juga penjor sebagai satu sarana yang wajib ada pada upacara Galungan ini.

Dan puncaknya yaitu hari raya Galungan, umat hindu akan melakukan persembahyangan ke Pura sebagai bentuk bakti terhadap Sang Hyang Widhi Wasa. Galungan juga sebagai perwujudan bentuk rasa syukur terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena telah berkenan menciptakan segala-segalanya ke dunia. Sedangkan makna perayaan Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: