Tradisi Unik Di Trunyan

Desa Tua di Bali

Setra/kuburan


Setra/Sema

Trunyan memiliki tradisi yang unik dalam memperlakukan jenasah warganya. Tidak seperti umat Hindu umumnya di Bali yang melangsungkan upacara ngaben untuk pembakaran jenasah, di Trunyan jenasah tidak dibakar melainkan hanya diletakkan di tanah pekuburan. Dan ini adalah salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Bali.

Secara spesifik, terkait dengan kepercayaan orang Trunyan mengenai penyakit dan kematian, maka cara pemakaman orang Trunyan ada 2 macam yaitu, pertama meletakkan jenazah diatas tanah dibawah udara terbuka yang disebut dengan istilah mepasah(exposure). Orang-orang yang dimakamkan dengan cara mepasah adalah mereka yang pada waktu matinya termasuk orang-orang yang telah berkeluarga atau mengemban kehidupan rumah tangga, orang-orang yang masih bujangan dan anak kecil yang gigi susunya telah tanggal. Kedua dikubur/dikebumikan, orang-orang yang dikebumikan setelah meninggal adalah mereka yang cacat tubuhnya, atau pada saat mati terdapat luka yang belum sembuh seperti misalnya yang terjadi pada tubuh penderita penyakit cacar, lepra dan lainnya. Orang-orang yang mati dengan tidak wajar seperti dibunuh atau bunuh diri, juga dikubur. Anak-anak kecil yang gigi susunya belum tanggal, juga dikubur saat meninggal. Dimana apabila sudah cukup lama, jenasah yang sudah menjadi tulang belulang yang tempatnya sudah digunakan untuk menempatkan jenasah baru akan ditata rapi di pinggir lubang peletakkan jenasah sebelumnya. Jadi jangan jika di pemakaman Trunyan banyak tulang belulang manusia yang berserakan, karena tulang belulang manusia ini sama sekali tidak boleh dikubur maupun dibuang jauh dari pemakaman.

Untuk keperluan pemakaman, di desa Trunyan terdapat 3 kuburan yaitu, Sema Wayah diperuntukkan untuk pemakaman jenis mepasah, Sema Bantas, diperuntukkan untuk pemakaman jenis dikubur dan Sema Nguda, diperuntukkan untuk kedua jenis pemakaman yaitu mepasah maupun penguburan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: